Skip to main content

SILENT MEMORIES




SINOPSIS :

Beberapa hari setelah meninggalnya Jesika, istri Simon. Dia dihadapkan dengan masalah baru yang membuat dia terjerumus di dalam situasi membingungkan.

Alf, anak Simon yang baru berusia 5 tahun menghilang bersama keluarga Andre yang tinggal di samping rumahnya dan bersamaan dengan kejadian itu, ditemukannya mayat seorang perempuan yang bernama Anggi di rumah keluarga Andre.

Irfan, seorang polisi yang menangani kasus pembunuhan Anggi kebingungan ketika Simon menjelaskan tentang anaknya yang hilang dan tentang keluarga Andre yang tinggal di sebelah rumahnya. Irfan yang kebingungan dengan penjelasan Simon menyangkal semua kata-kata simon tentang anaknya dan keluarga Andre. Setahu Irfan, yang tinggal di rumah itu adalah perempuan tua bernama Anggi, bukan keluarga Andre dan prihal tentang hilangnya anak Simon dibantah Irfan dengan pernyataan bahwa Alf sudah meninggal dunia bersama Jesika di sebuah kecelakaan kereta.

Terlepas dari kisah Simon, jauh di sebuah pulau terpencil yang terletak di Timur Kota Jasmin. Terdapat sebuah penjara untuk para narapidana yang mengalami gangguan kejiwaan. Andre yang merupakan salah satu tahanan di pulau itu mencoba melarikan diri dan menyangkal bahwa dia mengalami gangguan kejiwaan.

Apakah Andre yang ada di pulau tadi merupakan keluarga Andre yang tinggal di sebelah rumah Simon, apa hubungan antara Andre dan Simon, dapatkan Simon menemukan anaknya yang hilang? Temukan semua jawaban dari teka-teki kehidupan Simon dan Andre dalam buku ini!

Halaman : 251 | ISBN : 978-602-225-464-5 | Penerbit : Leutika Prio

Comments

Popular posts from this blog

Pengakuan Anton Chekhov dalam cerpen-cerpennya

Siapa itu Anton Chekhov?  Mungkin itu pertanyaan awal yang terlintas di benak kalian semua. Sebagai sebuah pembuka tulisan ini, aku akan menjelaskan sedikit tentang lelaki yang ternyata menutup usianya  di usia 44 tahun.Anton Chekhov adalah seorang sastrawan asal Rusia yang sangat banyak menulis cerpen. Di dalam buknya ini dia sampai disebut sebagai Raja Cerita Pendek. Kebanyakan cerpen yang ditulisnya memang sangat pendek, bahkan ada yang hanya terdiri dari 6 paragraf saja seperti cerpen yang berjudul Lobak. Namun ada juga yang terlampau panjang seperti Wanita Dengan Anjing.Dia mulai mengirim cerpen-cerpennya ke majalah humor pada saat dia tinggal di Moskow untuk meneruskan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Moskow.  Tujuan awalnya untuk membantu keuangan keluarganya. Namun setelah lulus dan mulai menekuni karir sebagai dokter, dia malah semakin tertarik pada dunia sastra.Dalam buku kumpulan cerpen yang berjudul Pengakuan ini, Anton Chekhov banyak membahas tentang kehidupan so…

The Seven Good Years : Cara Edgar Keret Menertawakan Hidup

Sebelum membaca buku ini, aku sudah cukup sering membaca cerpen-cerpen Edgar Keret di blog-blog yang dengan baik hati sudah menterjemahkan cerpen-cerpen tadi ke dalam bahasa Indonesia. Cerpen Keret terkenal sangat pendek, lucu, dan tentunya mempunyai olok-olok jenaka tentang hal-hal yang berbau politik serta hal-hal lainnya mengenai perang. Walau banyak juga ia menulis tentang hal lainnya. Keret adalah seorang Yahudi yang  tak mau pindah dari asalnya, Israel. Ia hidup di daerah konflik, namun pandangannya tentang itu tergolong unik, ia sangat kritis terhadap pemerintah, terhadap perang. Karena baginya perdamaian melampaui batas agama, bangsa, dan negara.Di dalam buku ini Keret bercerita tentang pegalaman hidupnya selama 7 tahun, hal ini dimulai ketika anaknya Lev lahir. Ia membuka cerita-cerita dengan sangat lucu, seperti memperolok dirinya sendiri, bahkan ia bisa membuat hal-hal yang menyedihkan atau semacam bencana mengerikan menjadi sesuatu yang santai serta lucu. Seperti saat istr…

Bersama Gaspar, Sabda Armandio Mencoba Jadi Penjahat

Membicarakan Sabda Armandio hampir sama dengan membicarakan hal aneh yang jarang kalian temui di kehidupan nyata, namun sangat asik untuk dibahas. Pada mulanya aku membaca novel pertama Sabda yang berjudul; Kamu (Cerita yang tidak perlu dipercaya)—novel itu sungguh punya cover yang bagiku sangat tidak menarik dan punya judul yang terkesan tidak penting (ini menurut seleraku lo ya!). Seolah ada kekuatan magis yang  dimiliki novel itu, tiba-tiba saja keinginan untuk membaca novel itu timbul begitu saja. Ya semacam orang yang tercebur ke laut, mencari pegangan agar tidak tenggelam. Dan novel Kamu tadi seolah berbinar bagai penyelamat—hahaha ini terlalu berlebihan.
Berawal dari kesan novel pertamanya itulah aku jadi sangat bersemangat untuk membaca novelnya yang lain. Ketika sedang membaca sebuah tulisan di blognya Bernard Batubara tentang tiga buku yang sangat ditunggu oleh Bara tahun ini, semangat menggebu membakar sukma itu kembali berkobar, sebab salah satu dari tiga novel yang dibicar…