Posts

(Ilustrasi) Sunarti Jadi Bisu

Image

Menunggu Tamu Penting

Image
Sekitar 25 menit lagi pukul 10 malam, seperti janji yang sudah dibuat, tamu penting itu akan datang. Aku duduk di sofa menunggu dengan sabar. Tiba-tiba pintu diketuk, aku melirik ke arah jam dinding masih sekitar 20 menit lagi sebelum pukul 10 malam.  Mungkin ia datang lebih awal!. Pikirku yang langsung menuju pintu utama dan membukanya sembari memperlihatkan senyum. Namun ternyata yang berdiri di depan pintu bukan tamu penting yang kutunggu, melainkan tetangga sebelah rumahku. Dia seorang perempuan. Sejak tinggal di komplek perumahan itu, tetanggaku itu sering kali merepotkan, dia sering meminta tolong berbagai hal, mulai dari membantunya mengganti lampu yang tidak mau menyala, memperbaiki genteng bocor, sampai menyedot toiletnya yang tersumbat. Aku orangnya tidak enakan apabila menolak orang yang meminta tolong, walau kadang dengan berat hati jika masih bisa aku lakukan akan tetap aku lakukan. Mungkin begitulah seharusnya hidup bertetangga. Tetanggaku datang membawa ku...

Tetaplah Berteman dengan Mantan

Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan upaya balikan sama mantan—kok aku curiga kalian mikir gitu ya!—ini lebih kepada menjalin silaturahmi yang baik antar umat ber-mantan-an. Sering kali kudengar beberapa kerabat berkelakar tentang kebiasaan mereka menghindar apabila bersua dengan mantan kekasih. Kata mereka, mereka jadi sangat canggung, serba salah, dan malu-malu kucing apabila berada di suatu tempat dalam sebuah kesempatan yang tanpa disenghaja. Apalagi jika pada kesempatan itu mereka tanpa senghaja beradu tatap, ini semacam melihat matahari terbit di barat dan tenggelam di timur—pertanda akhir zaman. Hal itu masih kalah parah dengan situasi ketika bersua dengan mantan kekasih dan dia sedang jalan bersama pasangan barunya. Ini petaka besar. Andai saja saat itu bisa pura-pura mati mungkin hal itu akan dilakukan dalam sekejab. Ditambah lagi si mantan kekasih menyapa sambil memperlihatkan senyum termanisnya. Bisa dibayangkan apa yang ada di dalam pikiran mantan...

(Ilustrasi) Do Not go Gentle Into that Good Night

Image

(Ilustrasi) Lautan yang Bersemayam di Perutnya

Image

Kamu Plase

Image

Bersama Gaspar, Sabda Armandio Mencoba Jadi Penjahat

Image
Membicarakan Sabda Armandio hampir sama dengan membicarakan hal aneh yang jarang kalian temui di kehidupan nyata, namun sangat asik untuk dibahas. Pada mulanya aku membaca novel pertama Sabda yang berjudul; Kamu (Cerita yang tidak perlu dipercaya) —novel itu sungguh punya cover yang bagiku sangat tidak menarik dan punya judul yang terkesan tidak penting (ini menurut seleraku lo ya!). Seolah ada kekuatan magis yang  dimiliki novel itu, tiba-tiba saja keinginan untuk membaca novel itu timbul begitu saja. Ya semacam orang yang tercebur ke laut, mencari pegangan agar tidak tenggelam. Dan novel Kamu tadi seolah berbinar bagai penyelamat—hahaha ini terlalu berlebihan. Berawal dari kesan novel pertamanya itulah aku jadi sangat bersemangat untuk membaca novelnya yang lain. Ketika sedang membaca sebuah tulisan di blognya Bernard Batubara tentang tiga buku yang sangat ditunggu oleh Bara tahun ini, semangat menggebu membakar sukma itu kembali berkobar, sebab salah satu dari tiga novel ...