Sekitar 25 menit lagi pukul 10 malam, seperti janji yang sudah dibuat, tamu penting itu akan datang. Aku duduk di sofa menunggu dengan sabar. Tiba-tiba pintu diketuk, aku melirik ke arah jam dinding masih sekitar 20 menit lagi sebelum pukul 10 malam. Mungkin ia datang lebih awal!. Pikirku yang langsung menuju pintu utama dan membukanya sembari memperlihatkan senyum. Namun ternyata yang berdiri di depan pintu bukan tamu penting yang kutunggu, melainkan tetangga sebelah rumahku. Dia seorang perempuan. Sejak tinggal di komplek perumahan itu, tetanggaku itu sering kali merepotkan, dia sering meminta tolong berbagai hal, mulai dari membantunya mengganti lampu yang tidak mau menyala, memperbaiki genteng bocor, sampai menyedot toiletnya yang tersumbat. Aku orangnya tidak enakan apabila menolak orang yang meminta tolong, walau kadang dengan berat hati jika masih bisa aku lakukan akan tetap aku lakukan. Mungkin begitulah seharusnya hidup bertetangga. Tetanggaku datang membawa ku...